Sulit melupakan bayangan mantan kekasih, membuat seseorang berniat kembali ke pelukannya. Apalagi, jika sang mantan juga memberikan sinyal positif dan kembali mendekati Anda.
Namun sebelum memutuskan akan kembali dengan mantan, ada baiknya Anda memikirkan beberapa hal. Jangan sampai keputusan yang telah Anda buat, malah membawa penyesalan. Ini dia empat hal yang perlu diperhatikan.
1. Alasan Putus
Sadari alasan mengapa Anda putus dengan si dia. Jika masalah sangat berat, apakah Anda benar-benar tulus telah memaafkannya dan melupakan segala kesalahannya. Jangan sampai Anda kembali ke pelukan mantan, tapi masih membawa dendam karena masalah terdahulu.
2. Bukan Obesesi Semata
Pastikan niat Anda untuk kembali ke mantan kekasih bukanlah obesesi semata. Terkadang cinta dan obsesi sulit dibedakan. Obsesi biasanya ditandai dengan ketidakrelaan Anda melihat si dia dengan wanita lain dan Anda hanya ingin si dia mencintai Anda.
3. Lihat Perubahannya
Ketika si dia kembali mendekati Anda, jangan langsung setuju balikan dengannya. Lihatlah dulu perubahan-perubahan positif darinya. Anda pun juga perlu mencari tahu dari orang-orang terdekatnya, dengan menanyakan kehidupannya selama putus dari Anda. Cara tersebut untuk meyakinkan Anda bahwa si dia telah menjadi pribadi yang lebih baik.
4. Alasan Anda Ingin Balikan
Cari tahu apa yang membuat Anda ingin kembali dengannya. Misalnya, karena si dia kini telah menjadi orang yang lebih baik dan menjadi sosok yang Anda harapkan, bukan karena Anda kesepian atau obsesi belaka.
Berniat Balikan dengan Mantan? Perhatikan 4 Hal Ini!
Yang Dibenci Pria Dari Wanita Ketika Bertengkar
Hubungan asmara tidak selamanya berjalan mulus. Perbedaan pendapat dan adanya ketidakcocokan membuat pasangan kekasih bisa bertengkar. Ketika ada masalah dan perasaan masih mengganjal, memang tidak mudah untuk mengendalikan emosi.
Namun, ketika wanita melakukan hal-hal berikut ini, bukannya menyelesaikan masalah, malah membuat si dia merasa kesal. Berikut ini beberapa hal yang dibenci pria dari wanita ketika bertengkar.
1. Mendiamkan Berhari-hari
Pria ingin masalah segera selesai dengan membicarakan persoalan hari itu juga, namun berbeda lagi wanita, ketika sedang marah mereka lebih memilih berdiam diri. Wanita kerap mendiamkan dan tak menghiraukan pria sampai berhari-hari. Sikap wanita yang sedang ngambek itulah yang membuat pria kesal. Boleh saja menjauh dari pria untuk beberapa saat, tapi tidak perlu sampai berhari-hari.
2. Marah Sambil Menangis
Persoalan tidak akan selesai jika Anda bersikap ekstrim seperti itu. Berteriak sambil menangis, bukannya menyelesaikan masalah malah bisa memancing emosi pria. Yang tadinya si pria bisa sabar menghadapi Anda, si dia bisa ikut marah. Keinginan Anda tidak akan tersampaikan dengan jelas jika Anda sambil memaki dan menangis.
3. Menyela Pembicaraan
Bukan hanya Anda saja yang ingin bicara ketika sedang ada masalah. Pria pun ingin menjelaskan uneg-uneg dan membela dirinya, apalagi jika Anda sudah terlalu memojokkannya. Namun kesalahan wanita adalah kerap menyela pembicaraan ketika si dia sedang berbicara. Selain tidak sopan, si dia akan menganggap Anda sebagai wanita egois yang tidak bisa menerima pendapat orang lain.
4. Melempar Barang
Meski tidak melempar barang ke arahnya, namun sikap emosional Anda yang sampai melempar-lempar barang bisa membuatnya kesal. Melempar barang tidak akan menyelesaikan masalah, malah merugikan Anda sendiri.
5. Memukul
Kekerasan tidak hanya dilakukan pria kepada wanita, karena ada juga wanita yang melakukan kekerasan fisik seperti memukul atau menendang pria. Jika sudah begini, hubungan yang Anda jalani sudah tidak sehat lagi. Jika awalnya pria bisa memaklumi sikap Anda, lama-lama si dia bisa kesal dan memilih mengakhiri hubungan.
Trik Merayu Pria Tanpa Terkesan Murahan
Merayu pria tidak harus selalu dilakukan dengan berpakaian seksi, berpose menggoda atau berkata-kata romantis. Rayuan bisa dilancarkan dengan cara elegan, bahkan pria incaran Anda tidak perlu tahu kalau Anda sedang merayunya. Berikut ini trik mendapatkan perhatian pria tanpa terkesan gampangan, seperti dikutip dari idiva.
1. Gunakan Jari-jari Tangan
Saat mengobrol, baik itu topik tentang cuaca, isu politik atau hobi, bicaralah dengan sikap antusias dan gunakan tangan Anda untuk menambah kedekatan. Sentuh ringan lengannya saat Anda menceritakan tentang berita maupun fakta unik yang terjadi. Walaupun hanya sedikit, sentuhan mampu membangun kedekatan dan rasa akrab, serta menunjukkan kalau Anda nyaman berada di dekatnya.
2. Libatkan Pandangan Mata
Tatap matanya saat dia bicara, dan tunjukkan antusiasme jika topik yang dia angkat menarik dengan cara membesarkan mata dan menaikkan alis. Dia akan merasa seperti pria paling menyenangkan di dunia dan merasa nyaman saat mengobrol dengan Anda --karena perkataannya didengarkan. Membuat dia merasa terhubung dengan Anda merupakan trik paling penting (dan pintar) untuk merayunya.
3. Tersenyum di Waktu yang Tepat
Senyum adalah 'senjata' yang ampuh saat merayu pria. Tapi gunakan di waktu dan momen yang tepat, jangan berlebihan. Ketika pria menceritakan tentang keluarga atau karirnya, berusahalah terlihat memperhatikan. Tapi saat dia melontarkan candaan, tertawalah sambil menepuk atau memegang lengannya. Tidak perlu tertawa terbahak-bahak, tapi jangan juga terlalu 'jaim'. Tawaan dengan senyum mengembang dan bahu yang bergoyang dipandang pria sebagai sisi manis dari seorang wanita.
5 Cara Mengenali Pria yang Cemburuan
Punya kekasih yang cemburuan bisa membuat tidak nyaman, ruang gerak terbatas dan tidak bebas bersosialisasi. Sayangnya, mengenali pria yang cemburuan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seringkali kita baru tahu pria tersebut ternyata seorang pencemburu setelah terlanjur menjalin hubungan. Bila Anda termasuk orang yang berjiwa bebas dan tidak suka dikekang, memacari pria cemburuan tentu akan lebih banyak menimbulkan konflik. Sebelum terperangkap dalam hubungan yang tidak nyaman, sebaiknya kenali dulu tanda-tanda pria yang cemburuan, dikutip dari Madame Noire.
1. Tidak Punya Banyak Teman
Tipe orang yang pencemburu biasanya gampang curiga serta menjaga jarak dengan orang lain. Jika pria tersebut hanya punya satu atau dua teman, kemungkinan karena dia tidak mudah percaya dengan orang lain dan sulit memaafkan kesalahan orang. Pria pencemburu akan kesal ketika Anda sering pergi dengan teman-teman karena tidak ada orang lagi yang akan menemaninya selain sang kekasih.
2. Suka Menganalisa Orang
"Joe itu suka sekali jadi pusat perhatian ya?", "Apakah Siska selalu berpakaian seperti itu?" Sering menganalisa setiap orang yang pernah bertemu dengannya, merupakan salah satu tanda kalau dia orang yang cemburuan. Pria ini selalu bersikap kritis terhadap hubungan orang lain dan ada saja hal-hal kurang penting yang dia kemukakan tentang hubungan tersebut. Perilaku tersebut merupakan tanda kalau dia merasa tidak aman dengan dirinya sendiri.
3. Tidak Menyukai Teman-teman Anda
Perhatikan sikapnya terhadap teman-teman Anda. Siapa teman yang dia suka untuk ngobrol bareng dan siapa yang bermasalah baginya. Jika dia tidak menyukai teman Anda yang pandai bergaul, berpikiran bebas dan suka bicara blak-blakan, mungkin karena dia tidak mau teman tersebut memengaruhi Anda untuk jadi lebih dominan dan memiliki sifat yang sama.
4. Selalu Memegang Anda Setiap Ada Pria
Apakah dia dengan sengaja menyentuh bahu atau tangan Anda ketika ada pria lain di dekat kalian? Mungkin Anda tidak menganggapnya sebagai hal yang negatif karena berpikir itu hanyalah sebuah bentuk perhatian. Tapi jika dia selalu melakukannya setiap di depan teman pria, berarti dia ingin menunjukkan bahwa Anda adalah 'propertinya' dan tidak boleh didekati pria lain.
5. Mudah Marah
Apakah dia cepat naik emosinya saat ada pelayan di restoran yang melakukan kesalahan, atau bersumpah serapah ketika ada motor yang tiba-tiba menyalip mobilnya? Pria yang mudah marah adalah salah satu tanda kalau dia merasa khawatir dengan hubungannya. Saat dia tahu Anda sedang bertelepon atau chatting dengan pria lain, pikiran dan hatinya akan tidak karuan dan timbul kecurigaan.
Cara Menghindari Jatuh Hati Pada Pria Lain Jelang Menikah
Jelang pernikahan, tidak jarang pria dan wanita banyak cobaan dalam hubungan mereka. Mulai dari problematika acara pernikahan, sampai adanya orang ketiga dalam hubungan.
Jangan sampai menjelang pernikahan, Anda malah menyukai sosok pria lain. Untuk menghindari jatuh hati pada orang lain, simak tips berikut ini.
1. Jangan Terbawa Perasaan
Ketika Anda menjadi dekat dengan seorang pria, Anda harus segera menyadarinya dan jangan terbawa perasaan. Yakinlah, itu hanya perasaan Anda sesaat. Anda dan tunangan jauh lebih saling kenal dibanding dengan orang baru. Jika pria baru yang dekat dengan Anda saat ini tampak lebih punya nilai lebih, itu hanyalah perasaan sesaat. Jangan korbankan hubungan Anda yang telah lama terjalin untuk pria baru yang belum Anda kenal dengan baik.
2. Kenalkan Si Dia dengan Tunangan Anda
Agar Anda dan si dia bisa saling membatasi hubungan, maka kenalkanlah si dia dengan tunangan Anda. Dengan begini, si dia tahu bahwa Anda telah memiliki tunangan dan mengurungkan niat untuk mendekati Anda lebih jauh.
3. Jangan Sering Berhubungan Dengannya
Jika Anda merasa menyukainya atau si dia yang terus mencoba mendekati Anda, jangan sampai kedekatan Anda terus berlanjut. Anda harus berusaha menghindarinya dengan tidak sering menghubungi melalui telepon dan pesan singkat. Serta jangan sering bertemu dengannya.
4. Mendekatkan Diri dengan Tunangan
Anda bisa tergoda dengan pria lain ketika hubungan Anda dan kekasih menjauh. Salah satu alasan Anda bisa tergoda dengan pria lain, kemungkinan hubungan Anda dan tunangan mulai menjauh. Mengurus pernikahan memang malah bisa membuat hubungan Anda dengan tunangan menjadi jauh.
5. Fokus & Komitmen Pada Pernikahan
Ketika Anda memutuskan menikah, berarti Anda telah berkomitmen akan menghabiskan hidup Anda dengan tunangan Anda. Untuk itu fokuslah pada pernikahan Anda dan berkomitmen dengan hubungan Anda. Jangan sampai, pria baru mala merusak hubungan Anda dengan calon suami Anda.
Yang Harus Diperhatikan Saat Ingin Mengajak Mantan Balikan
Meski sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun putus dengan mantan, bayangan si dia masih tergambar jelas. Anda pun terbesit pikiran untuk mendekati si mantan lagi. Namun, sebelum mengajak seorang pria balikan, perhatikan hal-hal berikut ini.
1. Pikirkan Terlebih Dahulu
Sebelum memutuskan mendekati si mantan lagi, pikirkan baik-baik dan tanyakan pada diri sendiri dua pertanyaan ini. Pertama, apakah apakah Anda benar-benar memendam perasaan untuknya atau hanya bosan dengan kesendirianAnda? Kedua, apakah Anda dan dia sewaktu pacaran dalam hubungan yang sehat? Jawablah dengan jujur untuk menghindari Anda terjerat lagi pada situasi buruk nantinya.
2. Kembali Berkomunikasi
Jika Anda yakin ingin mendekati si mantan lagi, mulailah membangun komunikasi dengannya. Di era teknologi dan jejaring sosial saat ini, akan sangat mudah mencari dan menghubungi si mantan. Untuk kesan lebih santai, Anda bisa menyapa si dia di Facebook, sekaligus melihat status relationshipnya. Ingat, jika Anda tahu dia sudah memiliki kekasih, urungkan niat untuk mendekatinya. Namun jika tidak ada tanda-tanda bahwa ia memiliki pacar, Anda bisa terus melanjutkan misi Anda.
Anda bisa mulai menyapanya dengan kalimat singkat seperti 'Hai, apa kabar?' Lihat jawabannya. Jika dia hanya menjawab pendek dan singkat seperti 'Aku baik-baik saja', ini merupakan pertanda buruk. Jika dia menjawab dan menanyakan kembali kabar Anda, ini merupakan 'lampu hijau' dan Anda bisa melanjutkan obrolan dengannya lewat telepon, SMS atau BBM.
3. Ajak Si dia Bertemu
Setelah seminggu atau dua minggu Anda menjalin komunikasi lewat telepon dan pesan singkat, saatnya untuk bertemu langsung. Agar tidak terlalu formal dan suasana tetap santai, lakukan pertemuan di siang hari di coffe shop. Tempat lain yang bisa Anda kunjungi adalah restoran favorit Anda dan si dia. Kenangan indah sewaktu pacaran dulu, akan kembali lagi pada hari itu.
4. Obrolan Santai
Mengungkit kenangan indah akan membuat suasana pertemuan Anda dan si dia semakin hangat. Untuk itu hindari mengenang masalah yang dulu-dulu, yang hanya membuat suasana canggung dan bisa bikin si dia ilfil.
5. Jangan Terburu-buru Menyatakan Perasaan Anda
Sama seperti orang PDKT atau pendekatan, jangan terburu-buru mengungkapkan perasaan Anda. Lihat dulu perubahaannya. Jika dulu Anda putus darinya karena kebiasaannya yang suka pesta, lihatlah apakah si dia telah berubah. Jika ia belum berubah, kembali lagi tanyakan pada diri Anda, apakah Anda yakin bisa menerima kebiasaannya tersebut. Namun, jika dia telah berubah, pertanda bagus karena Anda tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menungungkapkan perasaan cinta Anda padanya.
Etika Saat Memutuskan Hubungan Asmara
Ketika hubungan asmara lebih banyak menimbulkan efek negatif daripada positif bagi kedua belah pihak, maka putus adalah jalan yang terbaik. Saat putus, pasti akan ada pihak yang tersakiti, baik bagi yang memutuskan maupun yang diputuskan.
Mengakhiri hubungan asmara dengan kekasih memang tidak pernah mudah dan Anda harus tahu etika mengucap kata 'putus' agar tidak menambah luka di hati. Perhatikan delapan hal ini sebelum memutuskan hubungan, seperti dilansir All Women Stalk.
1. Jujur
Saat ingin putus, tak perlu memberikan alasan yang bertele-tele, toh apapun penyebabnya, kekasih tetap akan merasakan sakit hati. Oleh karena itu, ungkapkan alasan sejujur-jujurnya. Apa yang Anda rasakan terhadapnya dan kenapa hubungan asmara ini tidak bisa diteruskan lagi. Dengan begitu, dia bisa tahu letak kesalahan dan berusaha menjadi kekasih yang lebih baik ke depannya nanti. Namun, jangan katakan dengan kalimat yang terlalu frontal dan kasar. Tetap gunakan kata-kata sopan dan elegan yang tidak menyinggung hati.
2. Pilih Waktu yang Tepat
Jangan memutuskan hubungan saat dia sedang berduka. Contohnya ketika ada anggota keluarga yang meninggal atau dia baru saja kehilangan pekerjaannya. Pilih waktu saat emosinya sedang stabil dan tidak sedang menghadapi masalah berat. Anda tentunya tidak mau menambah permasalahan dan kesedihan yang membuat dia semakin frustasi.
3. Bicara Empat Mata
Untuk urusan yang satu ini, jangan libatkan teknologi. Memang lebih mudah memutuskan hubungan lewat telepon, SMS atau Blackberry. Tapi cara paling tepat dan bijaksana adalah mengatakannya secara langsung karena Anda lebih bisa mengekspresikan perasaan melalui intonasi suara, ekspresi wajah dan bahasa tubuh. Putus cinta lewat perantara media elektronik hanya akan memperburuk hubungan Anda berdua pasca putus.
4. Pastikan Anda Benar-benar Siap
Jangan mengakhiri hubungan hanya karena Anda marah atau emosi sedang tidak stabil. Saat marah, kita cenderung tidak bisa berpikir dengan jernih dan bersikap kompulsif. Renungkan baik-baik, apakah Anda sudah benar-benar siap untuk putus.
5. Jangan Sebut Nama Pihak Ketiga
Jika Anda sedang dekat dengan pria lain saat memutuskan hubungan, jangan pernah sebut nama pria tersebut karena kehadiran pihak lain hanya akan memperkeruh suasana. Tapi tetaplah bersikap jujur, cukup katakan Anda tidak lagi merasakan getaran cinta dan sudah tidak nyaman bersamanya. Jika Anda mengatakan ada pria lain, hatinya akan semakin sakit.
6. Jangan Plin-plan
Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan wanita saat memutuskan hubungan adalah bersikap plin-plan atau tidak tegas. Jika Anda ingin putus, katakan dengan tegas dan jelas. Jangan mengucapkan kalimat seperti, "Kalau jodoh, kita pasti akan bersama lagi", atau "Meski sudah putus, tidak menutup kemungkinan kita bisa balikan". Mungkin Anda bermaksud untuk menenangkannya, tapi itu hanya akan membuat dia memiliki harapan semu. Buatlah kepastian kalau Anda ingin putus dan beri dia kesempatan untuk melewati proses 'penyembuhan'.
7. Bersiap-siap untuk Menghadapi Kemungkinan Terburuk
Ingat, putus cinta tidak pernah mudah dilalui oleh siapapun, jadi siapkanlah diri Anda untuk menghadapi yang terburuk. Artinya, Anda tidak pernah tahu reaksi pasangan saat dia dicampakkan. Apakah dia akan marah besar, membanting barang-barang atau berteriak-teriak. Hal itu sangat wajar dan Anda harus mengantisipasinya.
8. Tahu Kapan Harus Pergi
Anda tidak perlu berlama-lama menemani dan menenangkannya karena perasaan bersalah setelah mengakhiri hubungan. Cukup katakan bahwa Anda ingin putus, apa alasannya dan ucapkan permintaan maaf. Anda bisa memberinya waktu untuk mengungkapkan perasaannya, tapi jangan terlalu lama. Setelah mengucapkan apa yang ingin Anda sampaikan, berlalulah tanpa melihat ke belakang.
Tak Perlu Malu Melakukan 4 Hal Ini di Depan Kekasih
Sejauh apa Anda merasa nyaman dengan kekasih? Jika Anda tak sungkan marah-marah kepadanya atau menangis tersedu-sedu di pelukan si dia, itu merupakan beberapa tanda kalau Anda sudah cukup nyaman dengan hubungan.

Dalam hubungan asmara, memang sudah seharusnya bersikap jujur dan apa adanya agar pasangan bisa saling memahami pribadi masing-masing. Saat bersama kekasih, ini empat hal Anda tidak perlu sungkan untuk melakukannya, seperti dikutip dari All Women Stalk.
1. Marah Kepadanya
Anda tidak perlu takut memperlihatkan rasa marah saat kekasih membuat kesal. Banyak wanita yang enggan mengangkat permasalahan yang mengganggu pikirannya karena takut kekasih akan berkata, "Kamu bertingkah laku seperti drama queen" atau malah bersikap defensif dengan langsung pergi. Tak perlu takut, memendam rasa marah atau tidak mengekspresikan emosi justru akan membuat jarak antara Anda dan kekasih semakin jauh.
2. Marah Kepada Orang Lain di Depan Kekasih
Tak perlu terlalu menjaga imej di depan pasangan, jika ada seseorang yang membuat Anda kesal ungkapkan saja. Misalnya komplain kepada pelayan yang lama mengantarkan makanan, marah karena teman bersikap menyebalkan, atau bahkan mengeluarkan sumpah serapah kepada pria yang bersikap kurang ajar. Tahukah Anda, bertindak sedikit 'gila' di waktu yang tepat bisa membuat hubungan asmara lebih sehat. Karena si dia jadi tahu sifat Anda yang sebenarnya dan dia pun suka mempunyai pacar yang bisa bersikap apa adanya, tanpa ditutupi.
3. Menangis
Wanita kerap dicap para pria sebagai makhluk yang terlalu emosional. Faktanya, memang benar, wanita memang lebih bisa mengungkapkan perasaannya daripada pria dan itu bukanlah sebuah masalah. Ketika ada masalah baik karena si dia atau masalah lain, Anda boleh kok menangis di hadapannya. Tak perlu takut akan membuat dia tidak nyaman, justru dia akan merasa seperti 'pria yang sesungguhnya' saat Anda merebahkan kepala ke pundaknya atau menangis di pelukannya.
4. Tampil Polos Tanpa Make-up
Tanpa memberitahu sebelumnya, sang pacar tiba-tiba main ke rumah sedangkan Anda baru saja bangun tidur siang. Atau, dia datang ke tempat Anda biasa latihan tennis ketika tubuh sedang berpeluh keringat dan rambut acak-acakan. Jika biasanya wanita akan panik ketika pacar 'memergoki' mereka tampil tanpa make-up, kali ini tidak perlu. Biarkan si dia melihat wajah Anda apa adanya. Tahu kekasihnya tidak malu berada di dekatnya walaupun tanpa make-up, akan membuat pria merasa Anda telah mengizinkannya masuk sedikit ke 'ruang pribadi'. Itu merupakan hal yang positif.
5 Hal yang Tidak Boleh Dikatakan Kepada Kekasih
Walaupun Anda dan kekasih telah lama bersama, tapi tidak semua hal bisa Anda katakan dengan gamblang. Ada beberapa hal yang perlu hati-hati ketika mengatakannya, atau malah tidak usah sama sekali dikatakan.

Jika Anda mengatakan lima hal ini, tanpa Anda sadari dapat menyakiti hatinya. Parahnya lagi dapat merusak hubungan. Ketahui beberapa hal yang tidak boleh dikatakan kepada si dia, seperti yang dikutip dari Cosmopolitan. Ini dia:
1. Jangan Membicarakan Kemampuannya Mengenai Finansial
Jika kekasih tidak mampu membeli serangkaian gadget terbaru, mobil yang mahal atau tidak bisa membelikan Anda sesuatu dengan harga yang mahal, jangan pernah mendesaknya dengan kata sindiran seperti 'memang mampu?' Hal itu hanya akan membuatnya merasa seperti pecundang. Dan Anda akan terlihat matrealistis jika terus mempertanyakan kemampuannya dalam hal keuangan.
Jika Anda dalam status pernikahan, bicarakan masalah keuangan di waktu yang netral, duduk bersama dan mulailah membuat daftar pengeluaran Anda. Namun jika Anda masih dalam status pacaran, Anda tidak harusnya begitu peduli kemana dia menghabiskan uangnya, baik itu untuk hobinya atau apapun. Tanyakan pada diri Anda, apa alasan utama Anda ingin bersamanya? Apakah karena uang atau benar-benar perasaan.
2. Membandingkan dengan Mantan
Kata-kata seperti 'Kamu lebih baik daripada pria brengsek yang pernah kupacari sebelumnya'. Mungkin maksud Anda adalah memberikan pujian kepada pasangan baru Anda, namun bagi pria perkataan seperti itu justru akan membuatnya kesal. Menurut pakar percintaan, Rachel Greenwald, dengan mengatakan hal buruk tentang mantan Anda sebelumnya, secara tidak langsung Anda juga akan berpikiran sama ketika putus nanti. Dia menganggap, Anda juga akan menjelekkannya ketika putus nanti.
Singkatnya, jangan pernah membicarakan mantan Anda, tambah Greenwald. Kebanyakan pria tidak suka diingatkan dengan pria lain yang pernah ada di hidup Anda, khususnya jika orang tersebut menyebalkan. Dibandingkan mengatakan sesuatu yang akan Anda sesali nantinya, lebih baik fokus dengan hubungan Anda sekarang, dan katakan hal seperti 'Aku tidak pernah bertemu orang seperti Anda sebelumnya, aku benar-benar memiliki hari-hari yang spesial bersamamu'. Dengan begitu, pasangan Anda akan merasa lebih dibutuhkan.
3. Menyepelekan Waktu
Ketika Anda telat datang untuk janji bertemu dengan pasangan, jangan pernah menyepelekan dengan berkata hal-hal seperti 'Santai dulu saja ya, aku sedikit terlambat' perkataan seperti itu akan membuat pria merasa tidak penting dan terkesan Anda tidak terlalu peduli dengan mereka. Ini justru hanya akan memicu pertengkaran jika terus menerus dilakukan. Jika Anda tahu akan datang terlambat, jangan lupa untuk mengatakan maaf padanya. 'Maaf. aku tahu ini sangat penting. Aku janji akan tepat waktu di lain hari'. Hal ini akan membuat pasangan tahu bahwa Anda mengerti maksud yang dia sampaikan, dan dia penting untuk Anda.
4. Mencoba Mengarahkan Pertemanannya
Mungkin tanpa Anda sadari, Anda melihat seorang pria yang begitu keren, dan mengatakan pada pasangan 'Pria itu terlihat keren, kamu seharusnya punya teman seperti dia'. Mengarahkan pasangan untuk berteman dengan siapa, akan membuatnya merasa cemburu dan berpikiran bahwa Anda mempunyai maksud lain. "Hal ini bisa membuat pria berpikiran, sebenarnya Anda lah yang ingin dekat dengan pria lain itu, dan merupakan ancaman bagi pasangan, ketika mendengar Anda memuji pria lain," Jelas Kirschner.
Lagipula, kenapa Anda harus susah-susah memikirkan dengan siapa pasangan dia boleh berteman? Jika Anda berpikiran jaringan pertemanan pasangan akan bermanfaat untuk Anda, Anda menjadi orang yang egois dan mencoba mengarahkan sesuatu yang harusnya terjadi secara alami.
5. Membicarakan Rahasia Orang Lain
Menceritakan suatu rahasia dengan pasangan akan membangun ikatan hubungan yang lebih kuat. "Ini adalah cara untuk membuat pasangan tahu bahwa Anda begitu percaya padanya, Anda bersedia untuk mengungkapkan informasi yang sensitif," Ujar Kirschner. Namun jika terlalu sering mungkin akan terdengar seperti gosip. Jika Anda mengatakan 'Dia menyuruhku berjanji untuk tidak mengatakan ini kepada siapapun, tapi..'. Akan membuat Anda terlihat tidak bisa dipercaya, bahkan kepada sahabat sendiri pun Anda tidak bisa menepati janji, jadi bagaimana dengan pasangan? Hal tersebut cenderung akan membuat pria berpikir dia tidak bisa terlalu terbuka terhadap Anda di masa datang.
Naksir Kekasih Sahabat Sendiri, Harus Bagaimana?
Soal hati, manusia tidak bisa mengontrol dan memilih untuk jatuh cinta kepada siapa. Rasa suka pun bisa datang kepada kekasih sahabat Anda sendiri.
Apa yang harus dilakukan ketika menyukai orang yang 'salah'? Simak delapan cara yang harus dilakukan agar persahabatan tidak terganggu dan bisa tetap santai saat pergi bersama teman dan kekasihnya, seperti dilansir All Women Stalk.
1. Jangan Pernah Coba Menggodanya
Hal pertama dan terpenting yang harus Anda lakukan adalah, sadari dengan benar kalau dia merupakan kekasih sahabat Anda. Dia sudah menjadi milik teman dan Anda hanya tertarik dengan pria itu. Agar persahabatan tetap berjalan mulus, jangan pernah sekali-kali menggodanya, seperti memainkan rambut saat di hadapan pacar teman atau membenahi make-up untuk menarik perhatian.
2. Jangan Terlalu Dekat dengan Dia
Tidak terlalu dekat dengan pasangan teman merupakan salah satu cara mengatasinya. Anda boleh saja pergi bersama sahabat dan kekasihnya yang Anda taksir, tapi jangan mendekatkan diri lebih lanjut. Kalau Anda memang benar-benar suka, sebaiknya ajak teman lain saat pergi dengan mereka supaya rasa itu teralihkan.
3. Ceritakan Perasaan kepada Teman Terdekat
Wajar naksir dengan pria teman Anda karena berbagai faktor yang mempengaruhi perasaan. Akan tetapi, jangan biarkan perasaan terus berkembang. Agar rasa suka tidak semakin besar, tidak ada salahnya menceritakannya kepada teman lain yang dipercaya. Siapa tahu mereka bisa memberikan solusi.
4. Persahabatan Lebih Penting
Sadari kalau persahabatan lebih penting daripada kekasih, apalagi jika sampai merebut pasangan teman sendiri. Pikirkan risiko buruk yang akan terjadi kalau Anda mencoba mengambil dia. Ingat, kalian sudah berteman cukup lama dan sahabat adalah orang yang selalu membantu Anda di kala suka maupun duka.
5. Beritahu Teman yang Kekasihnya Anda Taksir
Jika hubungan pertemanan kalian sudah sangat erat dan terbuka, Anda boleh memberitahu teman yang pasangannya Anda sukai. Namun, Anda juga harus meyakinkan dia kalau tidak akan merebut si pria, hanya sekadar tertarik. Mungkin dengan berterus terang, Anda bisa mendapatkan jalan keluar untuk menghilangkan perasaan tersebut.
6. Jangan Jadi Pelarian Kekasihnya
Jangan mau menjadi pelarian saat mereka sedang bermasalah. Mungkin karena hubungan kalian bertiga cukup dekat, dia selalu 'lari' ke Anda ketika ada masalah. Hal ini dapat menjadi bumerang, apalagi jika mereka akhirnya putus dan Anda yang dituding jadi orang ketiga. Hindari perasaan ingin mendekati si pria karena dapat menghancurkan persahabatan kalian.
7. Perhatikan yang Anda Katakan
Saat naksir seseorang, terkadang Anda suka keceplosan tentang perasaan yang telah dipendam. Maka dari itu, perhatikan apa yang Anda katakan serta jaga tingkah laku agar lebih berhati-hati di hadapan dia.
4 Alasan Wanita Butuh Teman Pria
Sahabat wanita akan lebih berempati ketika Anda sedang dilanda masalah dengan teman, keluarga atau kekasih Anda. Namun kadang semua saran itu kurang objektif karena mereka akan mendukung apa yang Anda lakukan tanpa melihat dari dua sisi.
Berbeda dengan sahabat pria yang lebih jujur ketika berpendapat. Berikut adalah alasan kenapa wanita juga membutuhkan sahabat pria dalam hidupnya, yang dirangkum dari Gal Time, ini dia:
1. Tahu yang Mereka Bicarakan
Kebanyakan teman wanita akan memberikan saran tanpa berpikir panjang. Jika Anda menceritakan kejelekan seseorang pada teman wanita Anda, mereka cenderung akan memberi saran secara subjektif dan berdasarkan apa yang ingin Anda dengar saat itu. Memang melegakan ketika Anda sedang kesal atau bertengkar dengan pacar, Anda memiliki teman yang mendukung dipihak Anda. Namun keadaan seperti itu justru tidak menyelesaikan masalah. Berbeda dengan teman pria yang akan memberi saran melalui dua sisi dan sesuai dengan yang mereka pikirkan. Sedang bertengkar dengan kekasih? Diskusikan jalan keluarnya dengan teman pria Anda.
2. Lebih Mudah Diajak Berteman
Tidak bisa dipungkiri bersahabat dengan wanita lebih penuh drama dibanding bersahabat dengan pria. Wanita adalah makhluk sensitif dan menggunakan hati ketika berhadapan dengan suatu hal. Mereka ingin orang-orang mendukung mereka, Anda pun akan memberikan saran-saran yang tidak menyakiti hati mereka begitu juga sebaliknya. Teman pria tidak akan merasa sakit hati jika Anda mengejeknya dengan candaan, dan lebih jujur ketika ditanyai pendapat. Ketika Anda bertengkar dengan teman wanita Anda, pertengkaran itu akan lebih besar daripada yang seharusnya. Dengan teman pria, sebesar apapun perbedaan pendapat Anda, masalah akan lebih cepat diselesaikan dan setelahnya, semua akan berjalan normal seperti tidak ada kejadian apapun.
3. Belajar Tentang Dunia Pria
Secara tidak langsung, berteman dengan pria akan membuat Anda mengenal kepribadian dasar pria. Teman pria biasanya akan menceritakan hal-hal yang tidak mereka sukai dari pasangannya dan itu bisa jadi pelajaran bagi Anda, hal-hal apa saja yang seharusnya tidak dilakukan kepada pacar Anda. Walaupun tiap pria memiliki kepribadian berbeda, tapi dasarnya mereka sama-sama cuek, dan tidak peka perasaan wanita karena mereka tidak bisa membaca pikiran Anda. Dengan memiliki teman pria, Anda akan belajar untuk tidak menuntut hal yang muluk-muluk dan menghargai apa yang pasangan lakukan untuk Anda.
4. Mengenal Orang Baru
Jika Anda wanita single, memiliki teman pria akan membantu Anda berkenalan dengan pria baru. Bisa dibilang teman pria adalah penilai yang baik. Dia akan merasa senang mengenalkan Anda kepada pria lain yang dia yakini cocok untuk Anda.

